Maraknya kebutuhan publikasi ilmiah di kalangan dosen dan mahasiswa turut memunculkan fenomena jurnal predator yang mengklaim terakreditasi SINTA padahal statusnya tidak jelas atau bahkan tidak terdaftar sama sekali. Bagi penulis pemula, membedakan jurnal SINTA 3 yang asli dengan jurnal abal-abal bisa menjadi tantangan tersendiri. Artikel ini membahas secara lengkap cara memverifikasi status akreditasi jurnal serta ciri-ciri jurnal predator yang perlu diwaspadai.
Mengapa Verifikasi Jurnal Itu Penting?
Publikasi di jurnal yang ternyata tidak terakreditasi resmi dapat berakibat fatal. Selain tidak diakui untuk kebutuhan angka kredit dosen atau syarat kelulusan, penulis juga berisiko kehilangan biaya publikasi yang sudah dibayarkan, serta reputasi akademik yang bisa tercoreng karena dianggap tidak selektif dalam memilih tempat publikasi.
Kasus jurnal predator bukan hal baru di Indonesia. Beberapa modus yang sering ditemukan antara lain jurnal yang mengklaim “SINTA 3” tanpa bisa diverifikasi di situs resmi, jurnal yang tiba-tiba menghilang setelah menerima pembayaran, hingga jurnal yang menerbitkan naskah dalam waktu sangat singkat (kurang dari dua minggu) tanpa proses review yang jelas.
Langkah-Langkah Memverifikasi Jurnal SINTA 3
1. Cek Langsung di Situs Resmi SINTA
Langkah paling mendasar adalah mengunjungi situs resmi sinta.kemdikbud.go.id dan mencari nama jurnal yang dituju melalui menu pencarian jurnal. Jika jurnal tersebut benar-benar terakreditasi SINTA 3, informasi tersebut akan muncul lengkap dengan periode akreditasi yang masih berlaku.
Perhatikan juga masa berlaku akreditasi. Setiap jurnal memiliki periode akreditasi tertentu (biasanya lima tahun), dan status ini bisa berubah setelah masa berlaku habis apabila jurnal tidak mengajukan reakreditasi.
2. Periksa ISSN Jurnal
Setiap jurnal ilmiah resmi wajib memiliki ISSN (International Standard Serial Number) yang terdaftar di Perpustakaan Nasional RI melalui portal ISSN. Cek nomor ISSN yang tercantum di jurnal dengan data yang ada di issn.pdii.lipi.go.id atau portal.issn.org untuk memastikan keasliannya.
3. Telusuri Rekam Jejak Penerbitan
Jurnal yang kredibel biasanya memiliki riwayat penerbitan yang konsisten sesuai jadwal (misalnya terbit setiap enam bulan atau setiap tiga bulan), dengan volume dan nomor yang berurutan tanpa lompatan aneh. Periksa arsip terbitan lama jurnal tersebut untuk melihat konsistensi jadwal penerbitannya.
4. Kenali Dewan Redaksi
Jurnal yang kredibel selalu mencantumkan susunan dewan redaksi (editor in chief, editor, dan reviewer) secara jelas, lengkap dengan afiliasi institusi masing-masing. Jika memungkinkan, verifikasi nama-nama tersebut melalui profil Google Scholar atau Sinta ID mereka untuk memastikan keberadaannya benar-benar nyata.
5. Perhatikan Kecepatan Proses Review yang Tidak Wajar
Waspadai jurnal yang menjanjikan proses review dan penerbitan dalam waktu sangat singkat, misalnya kurang dari dua minggu, terutama jika disertai dengan tawaran biaya publikasi yang jauh lebih murah dibanding jurnal sejenis. Proses review yang terlalu cepat sering menjadi indikasi minimnya proses evaluasi substansial terhadap naskah yang dikirim.
6. Cek Indeksasi Tambahan
Selain SINTA, jurnal yang baik biasanya juga terindeks di database tambahan seperti Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital), DOAJ (Directory of Open Access Journals), atau Crossref dengan DOI yang aktif untuk setiap artikelnya.
Ciri-Ciri Umum Jurnal Predator
Berdasarkan berbagai laporan dan pengalaman komunitas akademik, berikut beberapa ciri umum jurnal predator yang perlu diwaspadai.
Pertama, tidak ada informasi jelas mengenai proses peer review atau proses tersebut hanya bersifat formalitas. Kedua, biaya publikasi diminta di awal proses tanpa kejelasan kapan artikel akan terbit. Ketiga, website jurnal terkesan asal-asalan, dengan banyak kesalahan tata bahasa dan desain yang tidak profesional. Keempat, jurnal mengklaim terindeks di berbagai database bergengsi namun klaim tersebut tidak dapat diverifikasi. Kelima, editor in chief atau dewan redaksi sulit dilacak keberadaannya, bahkan namanya tidak ditemukan di Google Scholar sama sekali.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Submit ke Jurnal Predator?
Jika penulis menyadari telah mengirim naskah ke jurnal yang ternyata predator, langkah terbaik adalah segera menarik naskah tersebut (jika memungkinkan) sebelum proses publikasi berlanjut, dan mencari jurnal alternatif yang sudah terverifikasi keasliannya. Jika sudah terlanjur membayar biaya publikasi, dokumentasikan seluruh komunikasi dan bukti transaksi sebagai bahan pelaporan, meskipun proses pengembalian dana pada praktiknya sering kali sulit dilakukan.
Membangun Kebiasaan Verifikasi Sejak Awal
Kebiasaan memverifikasi status jurnal sebaiknya dilakukan sejak tahap awal perencanaan proses publikasi jurnal sinta, bukan hanya ketika naskah sudah siap untuk dikirim. Dengan begitu, penulis memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan gaya penulisan dan struktur naskah dengan jurnal tujuan yang telah dipastikan kredibilitasnya sejak awal.
Selain itu, ada baiknya penulis membangun jaringan dengan komunitas akademik di bidangnya masing-masing, baik melalui grup diskusi daring, forum dosen, maupun komunitas peneliti, untuk saling berbagi informasi mengenai jurnal-jurnal yang kredibel maupun yang perlu diwaspadai.
Pentingnya Kehati-hatian dalam Ekosistem Publikasi yang Terus Berkembang
Ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia terus berkembang seiring bertambahnya jumlah jurnal yang muncul setiap tahun. Perkembangan ini di satu sisi membuka lebih banyak peluang bagi penulis untuk mempublikasikan karyanya, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko munculnya jurnal-jurnal yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kehati-hatian dan ketelitian dalam memilih jurnal tujuan menjadi kunci utama agar proses publikasi berjalan aman dan hasil karya ilmiah benar-benar diakui secara resmi.
Kesimpulan
Memverifikasi keaslian jurnal SINTA 3 sebelum melakukan submission adalah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap penulis, baik dosen maupun mahasiswa. Dengan memeriksa status akreditasi di situs resmi SINTA, memvalidasi ISSN, menelusuri rekam jejak penerbitan, serta mengenali ciri-ciri jurnal predator, penulis dapat terhindar dari kerugian waktu, biaya, dan reputasi akademik yang tidak diinginkan. Ketelitian di tahap awal ini akan sangat menentukan kelancaran dan keberhasilan proses publikasi ilmiah secara keseluruhan.